Rabu, 16 Januari 2013

Yang Tak Kekal


Pagi, umpama uap mengarah ke penjuru entah. Dan sadarku tertikam dari belakang oleh kumpulan penghasut dan pencipta gosip kelas sampah, dan kubiar seperti lolongan anjing pada kegelapan.

Saat ini, mengingat kembali kata yang mengendap dalam saraf kepala sebelum lelap menyuguhi jamuan mimpi pada pelupuk mata. "Tulus" hanya merupa lukisan yang tersiram hujan, lantas tiap dari lembar kertas menjadi bubur di beranda waktu.

Aku bisa saja berteriak memecahkan seluruh gendang pendengaran, lalu memecahkan seluruh tengkorak serta isinya, dan mengkerat-keratsaraf di sekujur raga, namun apalah arti semua itu: Kekerasan tak mampu menyuguh kedamaian.

Ada getar tersembunyi dalam panggung yang terhias aneka senjata yang siap mencabut nyawa, sebagian adalah irisan hati yang bercucuran darah, mencungkil kedua bola mata, serta memotong daun telinga dijadikannya koleksi cerita.

1 komentar:

  1. http://lalu-zul.blogspot.com/2013/01/yang-tak-kekal.html

    BalasHapus
:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!