Kamis, 17 Januari 2013

Akal Kecil

Syahdan ada seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai. Tiba-tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Tapi kelinci itu tidak gentar sedikit pun. Ia malah menantang rubah itu.

"Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”

Sang rubah jantan merasa tak mau kalah gertak. "Ayo, di mana pun jadi. Masa sih, kelinci bisa menang melawan aku?”

Mereka pun masuk ke dalam sarang kelinci. Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai. Tiba-tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya. Kelinci kembali sesumbar. “Kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”

Sang serigala merasa tertantang. “Siapa takut? Ayo, di mana akan kuladeni. Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?”

Mereka lalu masuk ke dalam sarang kelinci. Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri di atas pasir.

Tiba–tiba datang seekor beruang besar yang juga hendak memangsanya. Kelinci langsung mengajukan tantangan. “Kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”

Sang beruang merasa makin bernapsu. "Hahaha...terserah.Tak mungkin kelinci bisa menang melawan aku."

Mereka pun masuk ke dalam sarang kelinci. Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai. Sang Kelinci melongok ke dalam lubang kelinci, sambil melambai, “Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!”

Keluarlah seekor harimau dari lubang itu. Badannya sangat besar. Sambil menguap Harimau berkata,
“Kerja sama kita sukses hari ini. Kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.”

Moral cerita: para pemenang selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara pecundang selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan, harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama. Meskipun dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik dari kita. Teman adalah aset, Sahabat!

2 komentar:

  1. http://lalu-zul.blogspot.com/2013/01/akal-kecil.html

    BalasHapus
  2. Kereen gan :) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

    BalasHapus
:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!