Rabu, 19 Desember 2012

Tentang Resesi Gusi






Akhir-akhir ini sering kita jumpai iklan tentang gigi sensitif di berbagai media. Salah satu penyebab dari gigi sensitif adalah Resesi Gusi. Resesi gusi adalah hilangnya jaringan gusi dari pangkal gigi yang kontak pada permukaan akar. Resesi gusi merupakan suatu kondisi di mana tepi gusi menurun ke arah akar gigi sehingga menyebabkan permukaan akar gigi menjadi terpapar atau terbuka. Resesi gusi selain dapat menyebabkan gangguan estetik apabila melibatkan gigi depan, dapat pula menimbulkan keluhan seperti gigi yang sensitif atau linu terhadap makanan dan minuman panas, dingin, atau pun manis.

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan gusi menjadi resesi:

- Trauma/cedera

Penyebab yang paling sering adalah trauma (cedera) akibat penggunaan sikat gigi yang salah, baik kesalahan dalam pemilihan bulu sikat gigi maupun kesalahan dari metode yang digunakan untuk menyikat gigi. Kesalahan yang dimaksud adalah tekanan penyikatan gigi yang terlalu, agak keras, atau berlebihan, apalagi jika dengan arah horizontal serta dengan sikat gigi berbulu keras. Trauma lain yang dapat menyebabkan resesi gingival adalah flossing (membersihkan gigi dengan benang khusus) yang salah, serta juga akibat trauma berolahraga..

- Proses inflamasi

Penyebab lain adalah proses inflamasi atau peradangan akibat kurangnya kebersihan rongga mulut, dalam hal ini terjadi penumpukan plak dan karang gigi yang mengiritasi gusi.

- Posisi gigi yang kurang baik

Posisi gigi yang miring ataupun terputar memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami resesi gusi.

- Kebiasaan buruk

Kebiasaan menaruh atau menggigit benda asing di antara dua gigi, atau gigi dengan pipi, dan tindakan suka menggesekkan atau menggertakkan gigi juga dapat menyebabkan kondisi resesi gusi.

- Tindik lidah

Ada pula beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa tindik lidah atau pun bagian lain di dalam mulut berhubungan dengan kondisi resesi gusi yang parah.


Perawatan ortodonti dan tindakan bedah mulut tertentu juga mempunyai risiko terjadinya resesi gusi.

Gejala dari resesi gusi mudah dikenali, yaitu gigi sangat peka terhadap dingin, makanan manis, atau sentuhan. Itu bisa disertai dengan hilangnya tulang dan bisa membuat gigi lebih rapuh.

Pengobatan diperlukan ketika gusi atau gigi sensitif atau ketika penumpukan plak dan sulit untuk dihilangkan. Pengobatan meliputi prosedur pencangkokan, di mana jaringan lembut diangkat dari akar pada mulut atau dari jaringan donor dan dijahit sampai daerah tersebut.

Pencegahan resesi gusi mudah dilakukan, antara lain:
- Gunakan sikat gigi yang lembut.
- Gunakan metode penyikatan gigi yang baik dan benar.
- Pembersihan rutin seperti scaling atau root planning untuk membersihkan karang gigi minimal setiap 6 bulan sekali.
- Konsultasikan dengan dokter gigi apabila memiliki kebiasaan menggesekkan atau menggertakkan gigi.
- Hindari penindikan pada bagian dalam rongga mulut. Apabila tidak dapat dihindari, lakukan kontrol rutin kesehatan rongga mulut ke dokter gigi.

Ada beberapa perawatan yang mungkin dianjurkan dokter gigi Anda terhadap kondisi resesi gusi:
- Penggunaan bahan desensitizing seperti pasta gigi ataupun gel desensitizing.
- Penutupan akar yang terbuka dengan bahan tambal.
- Pencangkokan gusi apabila kondisi cukup parah.
Semoga bermanfaat.

1 komentar:

  1. http://lalu-zul.blogspot.com/2012/12/tentang-resesi-gusi.html

    BalasHapus
:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!