Kamis, 22 November 2012

Belajarlah dari Kupu-kupu


Suatu hari, saat aku menuruni tangga menuju ke novisiat-dimana kamarku berada, aku melihat beberapa kupu-kupu beterbangan kian kemari. Beberapa saat aku sungguh menikmati keindahan warna warni yang ada dalam diri mereka. Di antara mereka ada yang memiliki sayap berwarna dominan putih dengan di ujung sayapnya ada garis lengkung agak memanjang berwarna hitam. Sebuah warna kontras sehingga saat kupu-kupu hinggap di bunga mawar merah, keindahan kupu-kupu tersebut semakin jelas terlihat.

Lalu aku mengalihkan pandanganku ke kupu-kupu yang berwarna hitam. Namun, saat aku terus mengamatinya ternyata di tengah kedua sayap kupu-kupu tersebut ada warna biru yang mengkilap serta di ujung bagian sayap ada warna, setitik warna merah. Sungguh keindahan yang luar biasa yang kudapat dari makhluk serangga kecil yang seakan tidak pernah lelah mengepak-ngepakkan sayapnya yang tipis namun indah.

Saat itu juga aku merenung, bahwa untuk bisa menjadi kupu-kupu yang indah, yang mana setiap orang bisa menikmatinya mereka memerlukan sebuah proses yang panjang. Untuk menjadi kupu-kupu mereka perlu lebih dahulu menjadi kepompong. Dan sebelum menjadi kepompong terlebih dahulu mereka menjalani proses menjadi ulat. Bahkan untuk proses menjadi ulat, mereka adalah sebuah telur dari seekor kupu-kupu dewasa. Hal yang paling penting adalah bahwa mereka mau menjalani 'saat-saat gelap' menjadi ulat dan kepompong hingga menjadi kupu-kupu kecil, kemudian tumbuh dewasa sampai mampu terbang bebas menghisap madu bunga dan membantu proses penyerbukan dari bunga yang ia hinggapi.

1 komentar:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!