Rabu, 28 November 2012

Batasi Pemakaian Sepatu Hak Tinggi

Kesehatan kaki seringkali diabaikan, bahkan dilupakan. Padahal, perawatan kaki sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan, juga bagi aktivitas Anda.


Seiring kemajuan zaman, peran perempuan di dunia karier pun semakin besar. Aktivitas mereka semakin meningkat. Selain ke kantor, mereka juga masih tetap menjadi ibu bagi anak-anak dan istri bagi suami mereka. Aktivitas berarti gerak. Itu artinya, kaki mereka pun semakin panjang melangkah dan semakin lama menahan tubuh. Oleh karena itu, meski tampaknya sepele, perawatan kaki sungguh sangat penting. Perempuan harus benar-benar merawat kaki mereka supaya bisa terhindar dari masalah kaki.
Yang perlu juga diperhatikan adalah wanita lanjut usia. Mereka memiliki lebih banyak masalah dengan kakinya dibanding wanita yang berusia lebih muda. Alasan sederhananya adalah, lapisan lemak yang ada di telapak kaki cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.
Salah satu kiat mengurangi masalah pada kaki adalah dengan menggunakan alas kaki yang tepat. Misalnya, sepatu yang memiliki konstruksi yang baik, yang memiliki bantalan dan bagian penutup lembut sesuai bentuk kaki. Wanita usia lanjut juga butuh alas kaki kulit yang dapat “bernapas” dan mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi kulit kaki. Sol sepatu juga sebaiknya dipilih yang berbahan ringan dengan fleksibilitas yang cukup, juga yang tidak licin.
Sepatu sol rendah jauh lebih stabil, mampu melindungi kaki, serta lebih nyaman.
Nah, apa lagi yang sebaiknya Anda ketahui tentang perawatan kaki?

1. HINDARI HAK TINGGI
Salah satu yang ikut berperan dalam aktivitas seorang wanita adalah sepatu. Pemakaian sepatu ber-hak tinggi (biasanya di atas 2 cm) merupakan salah satu contoh bagaimana wanita justru mengundang masalah pada kakinya sendiri. Dokter spesialis podiatric (ilmu tentang kesehatan kaki) biasanya tidak merekomendasikan pemakaian sepatu ini, karena memang tidak sehat.
Sepatu ber-hak tinggi akan mengundang masalah pada lutut dan punggung, berisiko mengakibatkan cidera akibat terjatuh, memperpendek otot betis, dan membuat cara berjalan pemakainya menjadi kurang nyaman atau canggung. Juga, mengakibatkan perubahan yang membuat fungsi kaki berkurang. Sebagian besar wanita pun mengakui bahwa pemakaian sepatu ber-hak tinggi menyebabkan sakit di kaki mereka. Namun, mereka terpaksa bertoleransi demi kelihatan lebih tinggi, gaya, dan lebih profesional. Pada sebuah jajak pendapat, 37 persen wanita yang menjadi responden mengaku akan tetap memakai hak tinggi, sekalipun mereka merasa tak nyaman.
Baiklah, jika Anda memang ngotot memakai sepatu ber-hak tinggi. Ada cara untuk mengurangi dampaknya, yakni dengan membatasi waktu pemakaian, dan menggantinya dengan sepatu ber-hak rendah atau sandal, misalnya. Cara lain adalah dengan memilih sepatu yang berkualitas baik.
Alas kaki yang sangat ketat juga akan semakin menambah parah dampak yang timbul. Kuncinya adalah menggunakan sepatu yang tepat untuk setiap kegiatan. Di rumah misalnya, Anda tentu tak perlu menggunakan sepatu ber-hak tinggi. Cukup dengan sandal rumah.
Sepatu yang baik bagi perempuan, dari sisi medis, adalah sepatu bertali, dengan sol lebih lebar dan tinggi hak tak lebih dari satu setengah cm.

2. STOKING BIKIN IRITASI
Penggunaan stoking dari bahan nilon juga mengundang masalah. Nilon akan menghambat “pernapasan” kaki, dan panas yang ditimbulkannya akan menimbulkan keringat yang berlebih. Akibatnya, kaki pun akan lembab dan hangat, lingkungan bagi berkembang-biaknya jamur penyebab infeksi. Oleh karena itu, ada baiknya menghindari pemakaian stoking terus-menerus. Atau, kalau pun harus menggunakannya, gunakan sesuai kebutuhan.
Stoking dari bahan yang tak bagus juga bisa menimbulkan masalah, pasalnya tarikan yang dilakukan saat memakainya akan mengubah perkembangan normal kaki pada saat berjalan, dan kemungkinan akan menarik ibu jari kaki ke belakang ketika stoking ditarik. Tekanan stoking bisa membuat kuku jari kaki tak tumbuh baik atau bahkan hammertoe (ibu jari kaki bengkok). Pilihlah stoking dari bahan berkualitas bagus. Semakin nyaman stoking, semakin nyaman juga kaki kita, sehingga kemungkinan keram bisa dihindari. Stoking ukuran all-size bukan lagi pilihan tepat, karena kaki biasanya juga berkembang.

3. SOL LEBAR SAAT HAMIL
Wanita hamil juga harus merawat kaki demi menghindari keluhan atau rasa sakit pada kaki selama hamil. Di masa hamil, tubuh mengalami perubahan dan butuh keseimbangan tubuh yang baru. Oleh karena itu, wanita hamil membutuhkan sepatu dengan sol lebar yang bisa menopang tubuh dengan nyaman, sekaligus berfungsi untuk meredam tekanan tubuh. Ingat, selama hamil, tubuh akan “membengkak” dan kaki butuh bantuan untuk menghadapi perubahan ini.
Calon ibu biasanya juga mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Bahkan bisa memburuk sampai ke radang atau iritasi. Kehamilan juga memicu pelepasan hormon yang menambah lemahnya ligamen (jaringan pengikat sendi), yang bisa memicu ketegangan otot. Jika masalah berkembang, segera temui dokter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar